Alasan Ribuan Orang Swedia Memasang “Microchip” ke dalam Tubuh Mereka

06 July 2018 -- 07:14 WIB // Artikel telah dibaca sebanyak 73 kali

Jakarta, 6 Juli 2018-Ribuan orang di Swedia telah memasang microchip ke dalam tubuh mereka yang berfungsi sebagai kartu kredit, kartu kunci, atau bahkan tiket kereta. Salah satu teori mengatakan bahwa orang Swedia memang cenderung berbagi hal-hal personal akibat cara sistem keamanan sosial di Swedia dibentuk. Ini dinilai karena di Swedia, orang punya kepercayaan kuat terhadap hal-hal terkait digital. Orang Swedia punya kepercayaan mendalam terhadap potensi positif teknologi.

Untuk artikel selengkapnya terlampir di bawah ini:

 

Ribuan orang Swedia memasang 'microchip' ke dalam tubuh mereka, ini alasannya

File 20180626 112598 1sp91s3.jpg?ixlib=rb 1.1
Shutterstock

Moa Petersén, Lund University

Ribuan orang di Swedia telah menyuntikkan microchip ke dalam tubuh mereka, yang dapat berfungsi sebagai kartu kredit nirkontak, kartu kunci, bahkan tiket kereta.

Ketika chip sudah berada di bawah kulit, kita pun tak perlu lagi cemas ketinggalan atau kehilangan dompet. Tapi banyak orang merasa, membawa-bawa microchip di dalam tubuh adalah mimpi buruk, ketimbang sebuah hal yang praktis.

Ada yang bilang, tren ini disebabkan oleh kuatnya negara kesejahteraan (welfare state) Swedia. Padahal, penyebab sesungguhnya lebih rumit dari itu. Fenomena 3500 orang Swedia punya microchip dalam tubuh mereka mencerminkan arena “biohacking” yang khas.

Kalau kita cermati, hubungan kedekatan antara Swedia dan hal-hal digital sudah terjalin jauh, tidak semata-mata persoalan microchip.

Cara baru untuk membayar.

Istilah “biohacker” merujuk pada ahli biologi amatir yang melakukan eksperimen biomedik, tetapi tidak di lembaga tradisional seperti universitas, perusahaan kesehatan atau lingkungan yang terkendali secara ilmiah lainnya.

Kalau peretas menyasar komputer, maka biohacker (peretas biologis) menyasar hal apa pun yang biologis.

Biohacking juga merupakan sebuah budaya yang luas, memiliki banyak subkelompok dengan ideologi, tujuan, dan kepentingan yang berbeda-beda. Tapi ada dua kelompok utama: “wetware hacker” dan transhumanis.

Peretas wetware adalah ilmuwan atau ahli biologi warga yang membangun laboratorium dari peralatan rumah tangga. Mereka melakukan “sains